Penjelasan Hard Selling & Soft Selling dalam Ilmu Marketing

Hard Selling adalah teknik promosi secara langsung dan terang-terangan serta tanpa basa-basi, biasanya untuk perusahaan yang memiliki anggaran yang cukup lumayan dilakukan secara besar-besaran. Biasaya orang awam langsung dapat melihat maksud penawaran tersebut dengan tujuan agar konsumen membeli. Misalnya dilakukan ketika acara grand launching atau acara diskon gila-gilaan agar produk yang ditawarkan kepada konsumen cepat habis laku terjual, biasanya waktu yang ditargetkan relatif singkat dan cepat.

Lakukan teknik hard selling dengan cara yang bijak dan elegan, karena jika dilakukan secara terus menerus selain akan menciptakan kesan biasa saja, juga dapat mempengaruhi citra brand/merk anda.

Soft Selling adalah teknik marketing dengan menawarakan produk secara tidak langsung, tidak kerntara atau tidak terang-terangan. Sesuai dengan kata yang diadopsinya “Soft” yaitu yang berarti “lembut”, menawarkan produk dengan maksud yang tersirat, sehingga pendengar atau audience tidak langsung ditawarkan untuk membeli produk tersebut, tapi lebih kepada mempengaruhi atau menyarankan untuk menggunakan / memakai produk tertentu, yang tentunya orang tersebut sudah atua masih menggunakan produk yang dimaksud dan sudah terbukti manfaat serta khasiatnya. Biasanya hal ini sering dijumpai dalam bentuk testimoni, sponsoring, endorsement bahkan “word of mouth” atau yang biasa dikenal sebagai promosi dari mulut ke mulut.

Soft Selling memang kesannya kurang memberi gebrakan atau terobosan yang instant atau malah terkesan “kurang berani” untuk orang-orang yang kurang sabar, tapi tahukah anda bahwa teknik ini justeru lebih sering digunakan oleh perusahaan besar yang memiliki jumlah penjualan, konsumen dan cakupan wilayah market yang lebih luas tanpa harus repot-repot membuka banyak kantor cabang, promosi di mal-mal atau mempekerjakan banyak sekali staf marketing untuk menawarkan produk mereka secara door-to-door / dari pintu ke pintu. Bagi mereka cukup dengan membangun branding yang kuat dan distribusi yang luas serta tertata dengan baik akan memberikan dampak penjualan yang berkelanjutan untuk waktu yang cukup lama.

Di era digital dan teknologi informasi ini teknik marketing dan promosi juga sudah merambah hingga ke media sosial, mesin pencari dan portal berita. Perkembangan dan laju pertumbuhan pengguna internet, komputer, smartphone dan social media yang begitu pesat sangat disayangkan jika dilewatkan begitu saja, banyak perusahaan, UKM, profesional hingga ke kalangan seniman memanfaatkan kesempatan ini untuk menjadikannya sebagai media promosi, komunikasi serta branding. Kegiatan marketing yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional sudah dikembangkan atau bahkan dialihkan sepenuhnya ke digital marketing, karena selain biayanya lebih murah, terukur dan cakupan wilayahnya lebih luas, juga dapat dipantau perkembangannya setiap saat, kapan saja dan dimana saja. Untuk proses peralihan ke digital marketing ini biasanya mereka tidak semuanya mengerjakannya secara sendiri, biasanya mereka mempekerjakan orang yang ahli di bidang tersebut atau menggunakan jasa digital marketing dari vendor / digital marketing agency, sehingga mereka tetap fokus kepada proses bisnisnya.

Demikian penjelasan hard selling dan soft selling dalam ilmu marketing, semoga bermanfaat dan menjadikan inspirasi untuk usaha dan bisnis anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *